Dampak covid-19

[10/4 11.04] arsb_ant: Yang harus dilakukan agar bisa meminimalisir. Berdiam diri di rumah / mengisolasi mandiri dikarenakan dengan kita berdiam diri di rumah maka kita mengurangi penyebaran virus corona & apabila kita habis dari luar maka harus mencuci tangan dan kaki serta mengganti pakaian, karena kita tidak tahu bagaimana kondisi di liat.
[10/4 11.04] arsb_ant: Bagi masyarakat, perekonomian menjadi menurun drastis
[10/4 11.04] arsb_ant: dampak covid adalah bisa menyebabkan stres karena dirumah tdk melakukan apa" bahkan kepanikan yang terlalu karena terus meningkatnya korban covid ini
[10/4 11.15] arsb_ant: Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia tentunya memberikan dampak negatif yang mungkin dirasakan oleh kebanyakan orang. Dengan kasus kematian lebih dari 70.000 dan dampaknya pada ekonomi dunia, banyak orang berharap agar pandemi covid-19 ini bisa segera berakhir.

Dengan adanya pandemi covid-19 ini, banyak sekali aktivitas masyarakat yang harus berubah. Akan tetapi, perubahan-perubahan karena covid-19 ini memiliki dampak lain yang menguntungkan.

Dilansir dari South China Morning Post, Hahn Chu, direktur advokasi lingkungan di The Green Earth, sebuah LSM di Hong Kong mengatakan pandemi ini harus dilihat sebagai peringatan untuk mengubah kebiasan-kebiasaan kita selama ini.

Dr Amy Wang, seorang dokter umum di Hong Kong juga mengatakan bahwa dengan adanya pandemi covid-19 ini banyak orang yang lebih sadar mengenai kebersihan diri dan kesehatan mereka. Kemudian memberikan perhatian lebih kepada diri sendiri.

Relationship and wellness coach Sonia Samtani juga mengatakan bahwa saat ini orang-orang bisa lebih melakukan evaluasi kembali hubungan pribadi mereka dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Selain itu juga bisa lebih menghormati mengenai kebebasan pribadi setiap orang.

Berdasarkan Clean Air Network, sebuah LSM dari Hong Kong menyebutkan bahwa work from home telah menyebabkan pengurangan polusi udara. Serupa dengan hal itu, Centre for Research on Energy and Clean Air, sebuah organisasi penelitian independen melaporkan bahwa sebelum 1 Maret lalu, emisi karbon dioksida Tiongkok turun 200 juta ton atau 25 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Selama ini kita selalu melihat manfaat dari menggunakan teknologi dalam membantu kegiatan sehari-hari kita. Akan tetapi di sisi lain, di tengah pandemi covid-19 ini dimana setiap orang haru melakukan jarak antara fisik maka semakin berkurang juga polusi udara yang dihasilkan,” ujar Chu.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa penggunaan pemutih yang berlebihan sebagai disinfektan dapat membahayakan kesehatan diri sendiri dan juga lingkungan. Setiap tindakan yang dilakukan tentu memang ada pro dan kontra.

“Misalnya, ketika kita membeli makanan takeaway, kita bisa mencoba membawa wadah sendiri dan menghindari menggunakan alat makan sekali pakai,” tutupnya.

Komentar